Skip navigation


eidfitr

“Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Wa Ja’alanallahu Minal ‘Aidin Wal Faizin” 
 
“Semoga Allah menerima (amalan-amalan) yang telah aku dan kalian lakukan (selama Bulan Ramadhan) dan semoga Allah menjadikan kita termasuk (orang-orang) yang kembali (kepada fitrah) dan (mendapat) kemenangan (di Bulan Syawal ini)”.
 
Izinkan aku kembali, mengisi WebBlog ini, setelah beberapa hari menepi, mengisi akhir Ramadhan & awal Syawal 1430H dengan Istri, anak & Keluarga besar Istriqu.
 
Ramadhan 1430H : Dalam Kenangan…
Alhamdulillah… Telah selesai sudah perjuangan puasa Ramadhan tahun ini.
Semoga Allah menerima segala amal ibadah Ramadhan Qta kali ini. Amin.
Ramadhan telah berlalu, namun semoga aura semangat perjuangan Ramadhan masih tetap terasa & membekas dalam diri ini.
Teringat malam-malam ganjil terutama malam ke-27 dan 29 di Masjid Baitut Taqwa Kantor Dirjen Bea Cukai Jakarta. Malam yang menurut Rasulullah SAW Lailatul Qadr turun pada saat itu. Tentu saja pada malam itu dipastikan akan dipadati jama’ah. Benar saja, perlahan namun pasti para jama’ah masjid khususnya muttakifin dan muttakifah (Orang-orang yang beri’tikaf) mulai memadati setiap ruang kosong hamparan masjid. Lantai satu untuk muttaqifin (peserta i’tikaf ikhwan) dan lantai dua untuk muttaqifah (peserta i’tikaf akhwat). Keagungan ayat-ayat suci Al-Quran mulai terlantun bersahutan. Sebagian juga ada yang memperbanyak dzikir dan shalat sunnah. Allahu Akbar…!

Menjelang ceramah ba’da Tarawih sekitar jam 21.30 jama’ah semakin banyak. Puncaknya adalah setelah caramah selesai. Jam 23.00, masjid semakin sesak sampai tidur pun sulit… harus mencari tempat yang benar-benar kosong dan pas buat satu badan.
Lantunan tilawah & dzikir, dan jama’ah yang menegakkan sahalat sunnah tetap menghidupkan masjid tersebut hingga menjelang pukul 01.00 dini hari.
Allahu Akbar! Andaikan keadaan di dalam masjid tersebut berlangsung terus pada bulan-bulan selanjutnya… mungkin Islam sudah bangkit dan jaya sekarang.
Jam 02.30 sudah dibangunkan kembali oleh panitia penyelenggara I’tikaf untuk melaksanakan Qiyamullail yang dilanjutkan muhasabah… Jam 03.45 makan Sahur hingga waktu Imsak tiba, di lanjutkan dengan Sholat Shubuh Berjamaah & Kajian keIslaman hingga waktu Dhuha’ menjelang.
Allahu akbar! pagi itu diri ini benar-benar merasakan sebagai makhluk Allah yang sangat hina. Air mata ini mengalir deras sejadinya meratapi semua dosa-dosa yang teringat pernah dilakukan…
Terpatri dalam jiwa ini ketika itu bahwa tidak akan lagi diri ini mengulangi dosa-dosa dan kesalahan di masa silam… bertaubat dan berazam untuk yang kesekian kalinya takkan mengulangi kesalahan dan segala dosa, bertekad untuk menjadi HambaNya yang selalu taat kepadaNya… amin

Semoga spirit Ramadhan yang telah dibangun di sisa-sisa sepuluh hari terakhir Ramadhan kemarin dapat menjadi sumber kekuatan yang takkan pernah habis hingga Allah mentakdirkan diri ini kembali menyapa RamadhanNya tahun depan…
Robbanaa Taqobbal Minna Innaka Antas Sami’un ‘Alim…
Wa tub’alaina Innaka Antat Tawwaaburrahiim…
Ya Robb kami, terimalah amal ibadah kami,
sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui…
Dan terimalah taubat kami,

sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang..

“Robbij’alnii muqiimas sholati wa min dzurriyatii Rabbana Taqobbal Du’aa”.
Ya Allah Ya Rabb ku, jadikanlah aku dan keluargaku orang yang mendirikan sholat, Ya Robb kabulkan lah do’a ku.

“Yaa Muqollibal quluub tsabit quluubana ila diinika”.
“Robbana la tuzigh quluubana ba’da idz hadaitana wa hablana min ladunka rohmah , innaka Antal Wahaab”.
Wahai Dzat Yang Maha Membolak-balikan hati ini tetapkanlah kami dalam Agama-Mu
Ya Allah Ya Tuhan kami janganlah Kau palingkan hati ini setelah datangnya petunjuk ini kepada kami dan berikanlah kami dari kasih sayang-Mu, karena sesungguhnya hanya Engkaulah Yang Maha Pemberi.

 

One Comment

  1. taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum Minal Aidin wal Faizin
    semoga Allah menerima segala amal dan ibadah kita di bulan Ramadhan.
    Semoga kita termasuk (orang-orang) yang kembali (kepada fitrah) dan (mendapat) kemenangan”. Kembali Ke Fitrah, Kembali ke Syariah

    Semoga lebaran tahun ini menjadikan moment untuk mulai melaksanakan ketaatan total kepada Allah dengan menjalankan semua syariat2-Nya.
    Hanya dengan itu maka Ramadhan tahun ini akan terasa lebih bermakna.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: