Skip navigation


Sketsa keabadian Firaun di laut Merah
Dan keteguhan Musa Alaihi Salam yang mempesona
Tentang serumpun awan serta Manna dan Salwa
Yang agungkan kebesaran Allah
Inilah kisah bengal mitos dungu
Yang tak bisa bedakan antara kepalsuan dan perunggu
Andai kita mau tahu tentang keteguhan Tauhid yang tak pernah rapuh
Di bawah kaki-kaki tubuh Amalek
Kelancangan jiwa yang memerintah Surga
Dan mencumbui Neraka dengan logika buta
Tahun-tahun berlalu dalam setiap pertanyaan yang harus di jawab
Siapa sesungguhnya yang patriot nasionalis dan peduli bangsa
Karena hanya ada satu Musa dan satu Isa untuk satu Firaun
Satu Samiri satu Yudas satu Herodes dan satu Pontius Pylatus
Dan hari ini ratusan Yudas Samiri dan Firaun berkeliaran
Menjual asset bangsa yang di lindungi konstitusi                                                 
Bekerja sama dengan jutaan Amalek                                                                     
Menadah penjarah asing bagi domba-domba ummat yang tercerai berai

Bukan hanya salah Firaun …

Ketika jiwa keterpurukan bagai meluncur ke dalam jurang
Ketika protes menjadi nyanyian duka berlabel pejuang
Yang parau liriknya jadi mantra-mantra yang kehilangan tuah
Yang memberlakukan muslim yang taat dan tak mau seikere kepada kejahiliyahan itu
Begajul yang menghamili gadis kencur tetangganya
Menjadi pengedar obat bius lalu mengkritik dunia
Berharap menjadi benar di balik segala keterbatasan
Lalu berharap Haq dan Bathil ada di tempat yang sama ( gak mungkin )
Menyombongkan diri di hadapan Allah ta’ala
Itukah patriot sejati ?
Berargumentasi mengelilingi jalan
Sambil mengoleksi barisan nama calon yang akan di cabuli berikutnya
Seperti para koboi berlabel perubahan
Yang hanya mampu menangis sesegukan mencium bendera
Dan membelalak di atas panggung dengan pakaian gerilya
Lalu menikam prahara cinta dengan lukisan perjuangan
Diantara kebodohan firaun dan kulit kepura-puraan
Yang lucuti spora almamater
Menganalisa perubahan hanya dari mitos
Retorika perubahan dan cari muka
Teradopsi dalam kesalahpahaman ilmu juga salah kaprah integritas
Suatu ketika tuna netra yang berjalan di gelap malam
Dapat selamat dengan segenggam rezeki bersama Allah ta’ala

Bukan hanya salah Firaun …

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: