Skip navigation


Menjadi Karanglah meski tidak mudah
Sebab ia akan menahan sengat sinar mentari yang garang
Sebab ia akan kukuh halangi deru ombak yang kuat menerpa tanpa kenal lelah
Melawan bayu yang keras menghembus
Dan menerpa dengan dingin yang coba membekukan
Sebab keteguhannya akan menahan hempasan badai yang datang mengerus terus menerus
Ia akan kokohkan diri agar tak mudah hancur dan terbawa arus
Ia akan berdiri tegak berhari–hari, bertahun-tahun berabad–abad
Tanpa rasa jemu dan bosan

Menjadi Mutiaralah meski itu juga tak mudah
Sebab ia berada di dasar samudera yang dalam
Sebab ia begitu sulit di jangkau oleh tangan-tangan manusia
Sebab ia begitu berharga
Sebab ia begitu indah dipandang mata
Sebab ia tetap bersinar meski tenggelam di kubangan yang hitam

Dalam Sujudku, ku berSyukur pada-Mu …
( hanya bagi-Mu ya Alloh, hanya untuk-Mu ya Alloh, Allohuu Akbar ..! )

Menjadi Pohonlah yang tinggi menjulang meski itu tidak mudah
Sebab ia akan tatap tegar bara mentari yang terus menyala di setiap siangnya
Ia akan meliuk halangi angin yang bertiup kasar
Ia akan terus menjejaki bumi hadapi gemuruh sang petir
Sebab ia hujamkan akar yang kuat untuk menopang, menahan gempita hujan yang coba merubuhkan
Dan senantiasa berikan bebuahan yang manis dan mengeyangkan
Sebab ia akan berikan tempat bernaung bagi burung–burung yang singgah di dahannya
Lalu berikan tempat berlindung dengan rindang daun–daunnya

Menjadi Pauslah meski itu juga tak mudah
Sebab dengan sedikit kecipaknya ia akan menggetarkan ujung samudera
Sebab besar tubuhnya akan menaklukan musuh yang coba mengganggu
Sebab sikap diamnya akan membuat tenang laut dan seisinya

Dalam Sujudku, ku berSyukur pada-Mu …
( hanya bagi-Mu ya Alloh, hanya untuk-Mu ya Alloh, Allohuu Akbar ..! )

Menjadi Melatilah meski tampak tak bermakna
Sebab ia akan tebar harum wewangian tanpa meminta balasan
Ia begitu putih seolah tanpa cacat
Sebab ia tak takut hadapai angin dan hujan dengan mungil tubuhnya
Ia tak pernah iri melihat mawar yang segar merekah
Dan tak pernah malu pada bunga matahari yang menjulang tinggi
Ia tak pernah dengki dan rendah diri pada keanggunan anggrek dan tulip yang berwarna warni
Dan tak gentar layu karena pahami hakikat hidupnya

Menjadi Elanglah dengan segala kejantanannya meski itu juga tidak mudah
Sebab ia harus melayang tinggi menembus birunya langit
Melanglang buana taklukan medannya.
Sebab ia harus melawan angin yang menerpa dari segala penjuru
Ia harus melangkah sejauh tanpa takut jatuh
Menukik tajam mencengkeram mangsa
Dan kembali ke sarang dengan makanan di paruhnya
Bersama kepak sayap yang membentang gagah

Menjadi Kupu–kupulah meski itu juga tidak mudah
Sebab ia harus melewati proses–proses sulit sebelum dirinya saat ini
Ia lalui semedi panjang tanpa rasa bosan
Dan belajar lebih banyak berdiam
Untuk menunggu waktu yang tepat tentang keindahan
Sebab ia bersembunyi dan mehanan diri dari segala yang menyenangkan
Hingga tiba saat untuk keluar dan bagikan kebaikan

Dalam Sujudku, ku berSyukur pada-Mu …
( hanya bagi-Mu ya Alloh, hanya untuk-Mu ya Alloh, Allohuu Akbar ..! )

2 Comments

  1. Assalamu’alaikum Mas Yadi?

    Kaifa haluk?
    Hal tawaltul futhur?

    Terus berkarya Kang…
    Tetap semangat untuk menulis yang bermanfaat!

    Wassalam

    Agus R.

  2. semua manusia mengalami metamorfosis untuk menjadi baik


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: