Skip navigation


[Aa Gym speaking]
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalaamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh

[audience]
Wa’alaikumussalaam Warohmatullahi Wabarokaatuh

[Aa Gym speaking]
Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin, Allohumma sholi ‘ala Muhammad, wa ‘ala ‘aalihi wa ashbihi ajma’iin
Segala puja dan puji, total, semuanya hanya milik Alloh.
Ujian apapun yang datang kepada kita, pasti penyebabnya karena Alloh menitipkan sesuatu pada diri kita.
Sehingga tidak layak menjadi ujub dan takabur terhadap ujian. Melainkan menjadi tawadu’ dan bersyukur… [echoed]

[Thufail singing]

Di astana aku merana, disetiap air mata ku coba tetap membaca, diantara bahasa hati dan amarah.
Langkah-langkah harapan yang hilang, lenyap bersama omong kosong yang membentang.
Fasihnya kebebasan pun masih terkekang.
Pedasnya air samudera dan kemunafikan.
Sistem yang masih selalu menikam waktu kita.
Hak-hak yang selalu terlupakan.
Pedih mimpi yang menghampiri perjuangan kita.
Kaca mata diri tak dapat menatap pasti.
Sudut-sudut diskusi pun menjadi tak berarti, apalagi yang harus ku mengerti?
Saat hari ini masih tak jauh lebih berarti, dari setiap detik hidup yang penuh caci maki.
Disetiap malam ku menyendiri, merangkum derita disetiap kesepian.
Andai bisa ku rangkai angkasa, dan ku tulis perasaanku padamu.
Akan ku tuang hingga batas maksimal kemampuanku.
Agar kau mau mengerti, dibalik semua cerita, nada, bahasa, yang pernah ada ‘ku tak akan pernah melupakanmu …’

[Backing Vocal]
Kuharap kau .. tetap terjaga .. iringi langkah dengan doa ..
Kuharap kau .. tetap terjaga .. iringi langkah dengan doa ..

[Thufail singing]
Dapatkah kau tetap bijak? Walau kepercayaan tertikam dari belakang.
Dapatkah termaafkan salah? Lalu panjatkan syukur dan meredam prasangka.
Reduksikan amarah di indahnya hegemoni kita.
Di hadirat Illahi ku bertahan, dalam telapak tanganNya ku berteduh.
Dan iman ini sejukkan nurani.
Masih pedulikah Tuhan pada diri ini? Entahlah!
Bersyukur lalu ku bersujud, rebahkan lutut takkan ku ratapi maut.
Disetiap batas waktu ku berserah, dan restui rencana perjuangkan takdir hidupku.
Jika dapat ku bentangkan mimpi, dan ijinkan ku menjinakkan duka.
Karena mata ini terlalu lelah menyimak derita, dan hati ini terlalu letih menapaki hari.
Disetiap langkah, ku menyimak nestapa.
Waktu yang selalu melukis cerita, luka, duka dan suka.
Menjadikan semua kenangan yang penuh canda tawa.
Kadang hari pula begitu membosankan, menyulut emosi di setiap batas-batas mimpi kita.
Kau dan aku, kawan, kita semua, akan ku kenang selalu di dalam hatiku …

[Backing Vocal]
Kuharap kau .. tetap terjaga .. iringi langkah dengan doa ..
Kuharap kau .. tetap terjaga .. iringi langkah dengan doa ..

[Thufail singing]
Biarkan setiap detik ini berjalan, dan waktu pun akan segera bicara.
Di hinanya cerita yang menghias arti perjalanan kita.
Kadang pula duka memiliki wejangan yang jauh lebih bermakna.
Bersama air mata ku coba mengambil hikmah.
Dan mengevolusikan semua menjadi suka.
Masih ingatkah kau hei pembunuh asmara?
Saat kita tersenyum bersama dan kita selalu berangkulan bersama, meretakkan masalah.
Dapatkah kau belajar dari hari-harimu?
Dapatkah kau kalahkan musuh terbesar dalam dirimu?
Hatimu, nurani, sikap, introspeksi, dan jati diri.
Akankah terbagi dan berakhir semua kepercayaan yang telah terbangun ini.
Cinta kasih yang menyusuri di setiap mimpi, dan harapan yang menggarisi cita-cita.
Langkah kadang begitu hampa, terlalu dingin dan tak bersuara.
Hingga di suatu saat nanti perjalanan ini akan segera berakhir.
Dan tak perlu lagi duka, seperti saat kita selalu bersama.
Saat kita selalu bersama menaklukkan semua.
Dari seorang yang takkan pernah melupakan kalian, Thufail al Ghifari.

[Backing Vocal]
Kuharap kau .. tetap terjaga .. iringi langkah dengan doa ..
Kuharap kau .. tetap terjaga .. iringi langkah dengan doa ..

[till end]

[Aa Gym doa]
Allohumma sholi ‘ala Muhammad wa ‘ala ‘aalihi wa ashbihi ajma’iin
Duhai Alloh Yang Maha Kaya. Ampuni.. segala kecerobohan kami terhadap semua nikmat yang Kau beri.
Ya Alloh, ampuni kekikiran kami menafkahkan rezki yang telah dititipkan kepada kami.
Ampuni keengganan kami menolong orang-orang lemah disekitar kami.
Ampuni kesombongan kami terhadap orang-orang yang tiada berdaya disekitar kami.
Ya Alloh, golongkan kami, agar menjadi pribadi yang indaaah.
Ya Alloh, Limpahi kami dengan rezkiMu yang halal, berkah, melimpah.
Dan jadikan kami menjadi jalan bagi hamba-hambaMu.
Duhai Alloh Yang Maha Agung, jadikanlah siapapun yang menyimak ini menjadi orang-orang yang ikhlaass menghadapi hidup ini.
Menjadi orang-orang yang terpelihara dari kezaliman terhadap siapapun, dan engkau lindungi dari kezaliman siapapun.
Ya Alloh, selamatkanlah bangsa kami ini.
Ya Alloh, selamatkan negeri kami ini.
Ya Alloh, karuniakan kepada bangsa kami ini, para pemimpin yang ariiiff, ya Alloh.
Ya Alloh, bangkitkan kepada kami para pemimpin yang bijaak.
Yang benar-benar cinta kepada kebenaran.
Yang benar-benar hidup selalu dalam kebenaran.
Yang benar-benar berjuang untuk membela kebenaran.
Engkaulah penggenggam setiap makhlukMu, Ya Alloh.
Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin.

2 Comments

  1. Bagus Kang Yadi.:-)

    Ini saya lagi di lantai 7 sebuah hotel di Balikpapan. Saya juga sudah menautkan blog Anda di blogroll gubug virtual saya Kang.
    Mari kita tebar kebaikan melalui tulisan…!

    Salam SDA!

    • Jazakallah akhi.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: