Skip navigation

Monthly Archives: Februari 2009

Hey Indonesia … bersatu dan tetap terjaga
Jihad bingkai negerikku
Tapaki sejarah panjang dan harapan generasi kami
Generasi yang Selalu Menitipkan Harapan
Harapan Dari Rahmat Cinta Sepanjang Masa
Bagi Tanah Air Ini … Indonesia

Aku Kenang Engkau Bersama Para Mujahid Sudirman Hingga Orasi Lantang Diponegoro
Ku Ingat Selalu Disetiap Cerita Semangat Cut Nyak Djien Hingga Pattimura
Membasuh Begitu Tulus Air Mata Dan Keringat Kartini
Kau Membentang Begitu Besar Jauh Dan Hijau Membasuh Legenda Perang Dan Senapan
Bambu-Bambu Runcing Merubah Air Mata Dan Darah Menjadi Semangat Merdeka Ternyaring
Gaung Ayam Jantan Dari Timur Membelah Darah Dalam Harapan Termakmur
Saat Para Pahlawan Tersungkur Tinggalkan Mimpi Tentang Negeri Yang Makmur
Ihwal Nyata Fenomena Melantur Lintah Darat Demokrasi Menjamur
Begitu Manis Soekarno Hatta Bertutur Melindungi Benturkan Demokrasi Dalam Gamelan Karikatur
Pengekangan Euforia Sandiwara Negeri Praktisi Elit Menikam Bungkam Sejarah
Harapan Yang Sempit Hitam
Diujung Sejarah Dan Harapan Telah Menggumpal Bagai Hakikat Kegelapan
Tersirat Darah Pedang Dan Air Mata
Keringat Berubah Menjadi Sampah
Menggeluti Warna-Warna Hati Yang Berduka
Masih Adakah Lagi Kesetiaan Seperti Dicerita Ramayana
Seperkasa Para Pejuang Diantara Legenda Gatot Kaca
Atau Bengis Otak Kita Lebih Dangkal Dari Sangkuriang
“Tanpa Jiwa Raga Hanyalah Kapas Hancurkan Neraka Hempas”
Ketika Ajal Menjemput Kita Tuk Bergegas
Diatas Air Mata Petuah Dan Wejangan-Wejangan Terhina

Sejarah Darah Dan Sampah
Indonesia … Indonesia …

Mari Kita Kembali Ke 12 September 1984
Bungkam Darah Priok Busuk Membisu Diselangkangan Hukum Keparat
Parodi Stimulator Air Liur Babi LB Moerdani Dan Tri Sutrisno
Tak Semanis Sampah Janji Ketumpulan Komnas Ham
Dan Arwah Baharudin Lopa Dihadapan Mungkar Dan Nakir
Salatlaka Pasti Izroil Kan Datang Menjemput Nyawamu
Detak Jantung Bergerak Cepat Diatas Irisan Merah Paku
Tak Sempat Memilih Konsfirasi Yang Kau Pilih Diatas Nyawa Amir Biki !!!
Dendam Fitnah Menyudutkan Riziq!!!
Memvonis Jaffar Umar Thalib
Pada Intuisi Kemanusiaan Sepihak
Seperti Para Ustadz Yang Terculik !!!
Langkah Picik Kelinci Argumentasi Bukit Jerami Theo Safe’i
Siapa Yang Melempar Bensin Disargumen Pendeta Versus Ulama Di Tong Sampah
Satu Meja Diatas Sampah Demokrasi Dan Kertas Sejarah
Memicu Masalah Kecil Dan Krusial Untuk Sebuah Perang Agama
Indonesia Disatu Dasar Korelasi Reformasi Terparah
Kelas Membual Senja Terpanjang Membangun Hitam Hangus Busuk Dan Terbuang
Kenanglah Batas Perlawanan Darah Para Mujahidin Nusantara
Hingga Arif Rahman Hakim Dan Semanggi Sembilan Puluh Delapan
Cerminan Yang Takkan Terlupakan
Dan Abu Bakar Ba’asyir Yang Terbingkai Fitnah Sebagai Kambing Hitam
Negeri Yang Selalu Kucintai Ini Memfitnah Warna Sejarah Anak Cucu Kita

Sejarah Darah Dan Sampah
Indonesia … Indonesia …

Dari Timur Hingga Ke Barat Hijaulah Indonesiakku
Disetiap Kota Tak Semakmur Rasa Nasionalis Ala Sidomuncul
Disini Hati Kami Terpukul Setiap Beban Yang Terpikul Kebencianpun Terkumpul
Bongkar Nurani Untuk Lebih Mengerti Sekedar Refleksi Ala Republika
Atau Buku-Buku Dominan Disetiap Rak Perpustakaan Negara
Biarlah Waktu Menjadi Guru Hingga Hidayahmu Membaca
Disudut Sakral Penghianatan Nusantara
Memfitnah Agama Diatas Ambisi Tahta
Etika Penghianat Jelata
Monopoli Militer Untuk Ambisi Darah Dan Negara
Merobek Dibalik Neraca Pembenaran
Membuat Respon Penghuni Istana
Persis Dengan Demonstrasi Mahasiswa Dan Transaksi Narkotika
Kesenjangan Yang Harus Kami Telan
Mengunyah Dalam Kengerian Terdalam
Memastikan Setiap Prasasti Para Adipati Tak Bernurani
Bingkai Peninggalan Kambus Dan Mataram
Lebih Kejam Untuk Biadab Mereka Yang Melihat Tapi Diam
Ambon,Poso,Aceh Dan Nostalgia Timur Leste
Indonesia Disini Mimpimu Mengalir Dalam Darah
Menjadi Koleksi Sejarah
Koran Paper Dan Pembantaian Moneter
Situbondo Ketapang Hingga Papua
Batas Langkah Para Penghianat Piagam Madinah
Merekam Batas Wacana Politik
Yang Mencuci Darah Rakyatmu Sendiri

Untuk duniaku, Untuk negeriku, Untuk bangsaku …
Untuk sahabatku, Untuk mereka yang selalu ku cintai …

Hari merintih basahi diri dan membakar kalori
Keseimbangan lemak nabati dan kontrol diri
Rangkuman kesehatan dr. Helmi
Dan siraman pagi pekat intonasi mentari meninggi
Diantara fuck Sheila on 7 dan hak asasi
Serasa prokontra idealis jadi realita hak apatis
Argumantasi pembenaran norma dan tawa negara
Berita hari ini selalu terlewati di atas cinta pemodal
Rahasia busuk industri musik dan soundrenalin .
Cadas kebisingan korporasi butakan mata anak negeri
Distorsi rahasia dokumen CIA dan G30 S PKI
Piagam kebrutalan sirat sejarah kompetisi nuklir
Kartu merah demokrasi teranulir
Di setiap jarak senjang makin bergulir
Hormon kebebasan dari intuisi salah kaprah nasional
666 fenomena bengal, lagak sok kontroversi pemodal di berandal
Di satu titik magnetic kosong rasa selongsong simpatik
Karikatur dunia yang tetap bangga menjadi munafik

Berita hari ini apa yang kan terjadi setelah hari ini
Dari atas tanah ini kutelusuri lagi
Dan tak ada satupun yang dapat ku percayai

Bayi-bayi aborsi pun terlaknat pelarian ejakulasi
Harga diri pada satu tema jual beli
Menawar kisah hormon penetrasi
Prokontra standar privasi gay dan lesbi
Ketika pilihan hidup adalah masalah benar dan salah
Keadilan hanyalah hak tradisi norma
Mengkutuk sintesis khotbah moral agama
Beri ruang pintu penjajah, fasis baru bertopeng valentine
Langkah konspirasi baru antara mossad dan istana negara
Lalu siapa berhak atur serapah ?
Ketika UMR habis di atas loyalitas waktu dan tenaga
Dan THR adalah hikmah konsumtif menjelang hari raya
Paradigma Tuhan menjadi belenggu ekonomi boneka WTC mencibir boneka Liberty
Najis sebuah parasit praktisi ekonomi, Teroris teriak teroris
Perdamaian yang terangkai samar oasis
Picik ulah penguasa tanah yang berdesis
Kru antipati jiwaku ludahi kebenaranmu

Berita hari ini apa yang kan terjadi setelah hari ini
Dari atas tanah ini kutelusuri lagi
Dan tak ada satupun yang dapat ku percayai

Ku cium aroma bangkai
Langkah Arafat dan mayat perawan Palestina
Hey dunia, mata air kompas kebenaran menggila, belantara amarah dan darah
Badut pentagon wariskan kesah
Ketika Islam menjadi target berikutnya
Setelah mayat sosialis mati di atas hepatitis moral Gorbachev
Equality yang membuat Fidel Castro melacur di selangkangan PamanSam
Cinta kesewenangan praja hampa merekah agama
Dan kontroversi Al Aqsho dibelakang apriori ibrani
Versus Arafat dan konspirasi dunia tingkat tinggi
Mungkin itu alasan Washington Control kendali Zionis
Karikatur moderenitas karikatur yang penuh strata kelas
Ketika setiap hari kian menjadi-jadi
Peta amarah tersembunyi, ruang hati air mata pertiwi
Selendang nostalgia nusantara
Pupus harapan di satu titik perbudakan dunia ketiga
Lalu apa persamaan Saddam Soeharto dan partai komunis cina ?
Semua tetap membusuk di atas kebencianku terhadap konspirasi amerika ..!

Berita hari ini apa yang kan terjadi setelah hari ini
Dari atas tanah ini kutelusuri lagi
Dan tak ada satupun yang dapat ku percayai

Sumber : http://www.arrahmah.com

 

Angin Surga, sebuah novel jihad akhirnya diterbitkan Ar Rahmah Media mengisi sebuah ruang kosong yang ditinggalkan oleh penerbit ber-genre jihad. Novel perdana ini berisi empat cerpen yang merupakan kisah-kisah jihad, yang mengambil setting medan jihad di negeri-negeri kaum Muslimin yang berbeda-beda ; Afghanistan, Chechnya, dan Pattani, Thailand.

Dalam Angin Surga, karya Ummu Saad dikisahkan kesyahidan tokoh utamanya, Diraar, dalam medan jihad Afghanistan setelah melewati konflik batin yang panjang, bahkan sangat panjang. Diraar memerlukan waktu bertahun-tahun sebelum akhirnya memutuskan pergi berjihad meninggalkan ibu yang sangat mencintainya, study yang dibanggakan dan bahkan kemudian istri yang sedang sakit, menjadi konflik yang dilematis bagi Diraar.

Konflik batin Diraar sesungguhnya menggambarkan konflik batin yang dilematis yang juga dialami sebagian besar kaum Muslimin dewasa ini. Pemahaman akan kewajiban jihad, panggilan dari medan jihad, derita kaum Muslimin di medan perang, begitu memanggil jiwa. Akan tetapi pertimbangan panjang selalu menyertai bagaimana meninggalkan keluarga, teman, study, masa depan…dan sederet bagaimana yang lain.

Ketika Bulir-Bulir Padi Mulai Merunduk merupakan karya pertama Ummu Fauzi, yang sebelumnya berkarya di bidang penerjemahan. Dengan ide yang sederhana dalam tokoh yang serba sederhana, mencoba memaparkan sebuah keikhlasan dari seorang perempuan dalam menjalani hidup dan mengejar cita-cita. Memiliki sebuah luka jihad adalah sebuah cita-cita yang ‘sederhana’. Akan tetapi untuk mencapai cita-cita itu jalan yang harus ditempuh tidaklah sederhana. Dikira TKW gagal yang disiksa majikan dan berpisah dengan suami yang menjemput syahid di medan jihad Afghan, merupakan bagian dari konsekuensi yang harus diterima Nadia untuk mencapai cita-citanya memiliki sebuah luka jihad.

Dalam Semerbak Wangi Dari Pattani karya Pakne Izza, Sang tokoh utama, Ghazi, dan Sang Pembawa Sorban, berjuang agar dapat merintis jalan menuju bumi jihad Pattani Darussalam. Menggambarkan bagaimana dua sahabat ini mengobarkan semangat jihad dalam dada, berawal dari seruan jihad di situs-situs kaum jihadi, khususnya media jihad mujahidin Pattani Darussalam.

Melewati jalan berliku, Ghazi sampai di medan jihad Pattani dan menjemput syahid di sana. Sedang tokoh aku, Sang Pembawa Sorban yang kemudian menyusul, menjadi saksi bahwa semerbak wangi sorban Ghazi telah menjadi tanda akan kebesaran janji-jajni Allah SWT dalam memberi imbalan bagi mereka yang menapakkan kaki di medan jihad untuk meninggikan kalimat Allah.

“Dhar!!” Sebuah letusan pecah di dada Rasyid, sang tokoh utama. Dan begitulah akhirnya. Sebuah beban berat yang menghimpit jiwa karena perasaan bersalah atas kematian adiknya tercerabut sudah di bumi Chechnya.

Rasyid, tokoh utama dalam Kuselesaikan Semua di Chechnya karya Ummi Fauzi, adalah seorang siswa SMU yang berusaha keras meluruskan aqidahnya setelah membaca buku-buku karya ulama mujahid. Bagaimana dia berburu masjid, bagaimana dia dianggap aneh oleh teman sekelasnya, adalah bagian yang dapat membuat kita tersenyum-senyum sendiri saat membacanya.

Keinginan Rasyid untuk berjihad begitu bulat ketika adiknya dibunuh dua bajingan yang mencoba memperkosanya. Perasaan bersalah yang menghentak-hentak jiwanya karena terlambat menjemput sang adik, membuat dia tak ingin merasa bersalah untuk kedua kalinya ketika dia tahu banyak muslimah Chechnya menjerit meminta pertolongan karena diperkosa para biadab Rusia.

Serangkaian operasi jihad telah diikuti di Chechnya, tapi beban itu tak kunjung berkurang. Hingga ketika dia menembak dua biadab Rusia yang mencoba memperkosa seorang gadis Chechen beban jiwanya menguap tak bersisa. Dan dua tembakan tentara Rusia telah mengakhiri semuanya…dia bumi jihad Chechnya, bagi sang tokoh utama.

Begitulah kisah-kisah jihad ini dikumpulkan agar menjadi inspirasi pembacanya yang mungkin belum pernah menemukan novel genre ini dari penerbit lain. Sebuah segmen yang disasar Ar Rahmah Media dengan jeli dan berani.

Bagi calon mujahid dan mujahidah yang belum mampu berangkat ke medan jihad karena sesuatu dan lain hal, novel ini nampaknya akan mampu menjadi oase di dahaga jiwa mereka. Akhirnya, Bravo Ar Rahmah Media!

Syarifah
Pengamat Sastra dan Media Islam

—————
Untuk Mendapatkan Novel Ini, Anda Bisa Dapatkan Di Acara Islamic Book Fair 2009, Di Stand Ar rahmah Media atau hubungi 021 6884 1087

8th Islamic Book Fair 1430H   akan berlangsung mulai tanggal 28 Februari – 8 Maret 2009 di Istora Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.

SANG PENGHADANG adalah sebuah Novel. Sebuah satir relijius dengan setting operasi intelijen. Membaca novel ini menantang toleransi dan prasangka. Di tulis oleh seorang fundamentalis, novel ini membawa kita ke alam bawah permukaan yang penuh kerahasiaan, terselubung dan konspirasi. Politik agama membuat cita-cita orang bijak akan dunia hanyalah sebuah utopia.

Di balik pendekatan setting cerita yang berani dan lugas khas fundamentalis. Novel ini membawa pesan moral bahwa keImanan seorang insan adalah sebuah misteri di bawah permukaan.

“Dunia tidak bergerak ke arah yang di kehendaki orang-orang bijak. Di atas permukaan, saat mereka bersalaman, berangkulan dan bergandeng tangan mengusung perdamaian, ternyata di bawah permukaan masing-masing membangun kekuatan, mengambil ancang-ancang dan menyusun rencana saling mengenyahkan dan saling memusnahkan…” sang penghadang.

 

# Penerbit : Manhaj

# Harga : Rp 39.000

# Pemesanan : fahmialatas@yahoo.com

 

Lawan Zionis

Lawan Zionis

Anak-anak pewaris Syurga

Anak-anak pewaris Syurga

       Generasi Penerus Intifadhoh
Generasi Penerus Intifadhoh
Generasi Penerus Intifadhoh

Generasi Penerus Intifadhoh

Assalamu’alaikum warohmatullohi wa barokatuh

Sahabat Muslim/Muslimah , berikut informasi sebagian dari blogger maupun situs yang menghina Islam, menghina Nabi Muhammad saw, juga menghina AL-Quran dan berpotensi memancing kemarahan.

Umat Islam perlu bersyukur karena Islam tidak pernah menganjurkan untuk menghina Nabi, sekalipun Nabi tersebut bukan pimpinan umat Islam.

Tetapi umat non muslim seperti yang membuat situs dibawah ini berisi cercaan, penghinaan, bahkan pendangkalan aqidah Islam yang shahih. Ummatnya banyak yang mengatakan cinta damai, slogannya bagus bagus. tetapi aktivitas yang dilakukan seperti yang ditulisnya tak ubahnya seperti musang berbulu domba.

Ada pula dari negara lain yang sengaja membuat komik yang sudah diterjemahkan ke beberapa bahasa, salah satunya adalah bahasa Indonesia, komik tersebut kalau diedarkan kepada anak-anak Islam sangat menyesatkan.

Berikut website-website yang harus qta waspadai :

http://www.chick.com/reading/track/1663/1663_01.asp
http://indonesiafaithfreedomorg.blogspot.com/…. Author…. Ali5196

http://www.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=52926 …..author… skonk4
http://www.youtube.com/video_response_view_all?v=Q9q_9pPAH2k

Faith Freedom Indonesia (http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/)

The Amazing Racist: Moslem Mosque (http://13gb.com/videos/923/)

Forum Murtadin Indonesia (http://mantanmuslim.blogspot.com/)

http://islamexpose. blogspot.com

http://kebohongandariislam.wordpress.com/ 

Baru saja saya mendapakan informasi dari seorang teman (asep_aqunk@yahoo.com) mengenai adanya blog yang menghina Islam dan nabi kita Nabi Muhammad saw. Rasa kesal dan marah timbul ketika saya membuka blog tersebut, apalagi ketika melihat kartun yang menghina Nabi Muhammad saw. Alamat blog tersebut adalah http://lapotuak.wordpress.com

Atas saran dari teman saya, saya mencoba mengirimkan pesan ke alamat http://wordpress.com/contact-support/

Hal ini dengan harapan akan adanya tindak lanjut dari pihak wordpress.com untuk menutup blog dengan alamat tersebut di atas.

Setelah beberapa lama saya cermati, ternyata forum islam-kristen http://groups.yahoo.com/group/islam-kristen/ adalah sarana pemurtadan yang berkedok dialog. Banyak posting yang merupakan serangan atau counter balik kepada mereka dengan sengaja tidak dimuat.

Demikian info yang dapat saya sampaikan, dengan masih sedikitnya keterbatasan Tsaqofah yang saya miliki, karena saya yakin masih banyak beredar situs-situs yang menghina Islam. Jika ada dari sahabat yang memiliki informasi tambahan mengenai hal ini, tafadhol untuk tidak segan memberitahukannya kepada sahabat muslim lainnya..

Keep Ukhuwah, Murnikan Aqidah !

Wassalamu ‘alaikum warohmatullohi wa barokatuh

Rapatkan Shafmu rapatkan Shafmu rapatkan Shafmu …
Apa yang kau cari dari cerita hidup yang panjang
Dari sudut syair dunia yang pastikan hilang
Adakah estetika yang lebih bijak dari keteladanan
Pengiris lukisan alam yang tak kunjung menyentuh hatimu
Ingatlah itu !
Seperti sebatang kara di padang pasir Robadzah
Di balik sebuah keterbatasan kain kaffan yg sunyi
Pada indah sketsa teduhnya sebuah kesolehan
Begitulah Abu Dzar Al Ghifari menyemai cermin tentang keteguhan
Maka maafkanlah segala kekhilafan muawiyah
Agar sudut pandang tak ciptakan noda ukhuwah
BerIstigfarlah di tiap keping kenikmatan dunia
Semoga hari-harimu penuh dengan kemuliaan ibadah
Bermunajatlah ke sudut cerita abadi tentang keTakwaan
Ada cerita menarik pada bingkai rekonsiliasi di Futu’ Mekkah
Maka pergilah ke bukit Uhud dan kenanglah sejarah itu
Jawaban ketika hawa nafsu berada di atas keImananmu
Maka kemanakah pujangga Zulfikar yang tak pernah gentar
Menjaga jejak kesadaran tanpa paranoia seperti Abu Hanifah
Ramuan hati keEmasan Ibnul Qoyyim Al Jauziah
Kemurnian terompah kaki Bilal di Surga
Terjagalah jejak-jejak kesolehan, terjagalah dalam Nikmat & Ridho Alloh …

Rapatkan Shafmu rapatkan Shafmu rapatkan Shafmu …
Bisakah kita belajar untuk bisa merasa
Bukan hanya sekedar merasa bisa
Dari waktu dan ilmu koleksi tulang imam Syafei
Maka selamilah jejak hidupmu dalam kesabaran
Merintis nurani kepahlawanan dalam esensi kesetiaan
Ksatria-ksatria pewarna sejarah tentang harapan
Penikmat Aqidah dalam kekhusyuan amaliah ibadah
Merapatkan setiap shaf dalam 5 waktu yang khusyu
Tapi tragedi di perang Mu’tah adalah fenomena
Dan Khalid membayar kesabaran itu di perang Yarmuk
Pembuktian dari sang Saifulloh Al Maslul
Generasi awal pewaris sastra kebajikan
Yang membuka mata hati dengan tajam
Merangkai imajinasi ketepatan sebuah perjuangan
Seperti keteguhan pilihan hidup Mush’ab bin Umair
Yang teguhkan bendera Islam di atas lapisan nyawa sang ibu
Seperti wejangan lama keZuhudan Fudhail bin Iyadh
Yang getarkan hati harun Ar Rasyid untuk mengerti
Bagi hutang jejak kita pada sang Robbul Izzati
Atau PR ilmu kita terhadap kesolehan
Maka lihatlah lebih dalam dengan mendengar
Dan mengerti lebih jauh dengan menyimak
Di sudut batas ketekunan dan keteguhan
Karena hidup tak hanya selembar daun telinga
Terjagalah jejak-jejak kesolehan, terjagalah dalam Nikmat & Ridho Alloh …

Di mataku kulihat fakta, menyilat sejarah dari cinta dan amarah
Pelupur dari setiap air mata tanah Anbiya
Membedah kepedihan para pujangga Alloh!! *Alloh!!!*
Penjaga batas tanah Syuhada, genggam ketapelmu hei Jundullah
Kekuatan kita akan gentarkan nyali arogansi heksagram
Hingga darah terakhir takkan terbungkam
Mereka yang menikam, provokasi batas akidah dari manipulasi Jahanam
Jenin, Grozky, Gaza hingga kecekung Kaspia
Merekam teritorial dihadapan batu para pejuang
Ketika mereka membangkang (Yahudi), dari hati Musa yang terbayar duka
Tebusi batas kebohongan warisan Samir
Hingga sadarku menembus batas stagnasi dunia
Fitnah yang tertuduh, dari seribu penipu peluru
Merangkai tanpa malu untuk rudal yang sentuh tubuh Syeikh Ahmad Yasinku
Dan air mata keluarga Rantisi, bagi kepedihan seluruh umat Islam di dunia ini
Di mataku kulihat kau (Zionis)? tersenyum sambil membunuh
Saudara kecilku yang sisakan jasad beku
40 jam berlalu untuk 3297 juta nyawa syahid di Sabra Shatila
Neraka yang cukup kau (Zionis) tawarkan,
Pintu surga yang begitu indah untuk tetap di garis depan
Perlawanan ini adalah panggilan nurani,
Bagi mereka yang mau membuka hati ceria atas tawa yang tercuri
Sesuatu yang harus kita rebut kembali,
Sesuatu yang harus kita jaga hingga akhir jaman ini.
Senapan seragam besi dan tank baja para penjajah agama
Propaganda Jahiliyah di atas media massa
Temukan hidayah dari para pewaris Intifadah
Di garis depan kutunggu kau sahabat !!!! *Kutunggu kau sahabat!!*
Yang Tak akan pernah ada perdamaian
Bagi mereka yang tak pernah mengharagai Agama kita
Menepis setiap debu di garis batas perlawanan kita !
Allohuuuu Akbar !

Yo ! cek,

Teruntuk kalian yang merindukan mereka
Yang berdiri dari kebesaran para panji-panji kemegahan Islam !
Yang menghunuskan pedang di atas kebathilan
Yang bertutur bijak membangun keadilan dan kesejahteraan
Mereka yang maniskan intisari sejarah
Cerita panjang Syuhada tanah Anbiya
Abu Bakar Ash Siddiq, Umar Bin Khatab, Utsman Bin Affan, Ali Bin Abi Thalib
Hingga kebesaran Umar Bin Abdul Aziz
Lihatlah, bingkai kenangan itu kawan
Warisan dari legenda para Mujahid
Pemimpin garis depan terbaik seperti Khalid Bin Walid
Pujangga Kalimatullah yang getarkan nyali para kafir dunia
Berdiri dari pewaris Abu Barzah Bin Al Zahra, Al Mutsad bin Abi Wariq Sah, Saad Bin Abi Waqash.
Bagi Kita para penerus Intifadah ini
Generasi para penjaga batas serangan Zionis
Mimpi buruk paranoia Liberalis
Seperti ketika Salahudin Al-Ayyubi meratakan arogansi salibis
Maka, tetaplah optimis, terserah fitnah yang menyebut kita fasis atau rasis *bahkan Teroris!!*
Bagi jalan Allah yang termanipulasi kaum Hipokritis
Terjagalah hey petinggi Syuhada!
Hanya kematianlah akhir dari perjuangan kita
Bagi dunia yang tak pernah menghargai Akhlak kita
Di mataku kulihat fakta karena itulah aku enggan menyerah
Islam harus merdeka atau aku harus Syahid di Jalan Alloh !
Allohuuuuuu Akbar !!!!!!!

pagancopykh3
 

 

JAKARTA (Arrahmah.com) - Hari valentine, seakan menjadi hari wajib yang harus dirayakan untuk mengekspresikan kasih sayang.  Tak hanya untuk muda-mudi yang terikat dalam ikatan haram (pacaran), hari ini juga dirayakan oleh siapapun untuk mengungkapkan rasa kasih sayang mereka.

Jauh sebelum tanggal 14 februari datang, berbagai toko dan mall-mall di kota-kota besar sibuk menghiasi diri dengan pernak-pernik valentine, mulai dari coklat, bunga, boneka panda berwarna merah muda, dan pernik lainnya.  Padahal, kebanyakan dari pemilik-pemilik toko tersebut adalah Muslim yang seharusnya tidak mendukung perayaan yang tidak diajarkan dalam Islam ini. Karena merayakan hari valentine sama saja dengan meniru kebiasaan orang kafir, dan dengan meniru kebiasaan mereka, maka kita tak ubahnya seperti mereka. Naudzubillah!

Agama Islam telah melarang kita meniru-niru orang kafir (baca: tasyabbuh). Larangan ini terdapat dalam berbagai ayat, juga dapat ditemukan dalam beberapa sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan hal ini juga merupakan kesepakatan para ulama (baca: ijma’).

Inilah yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab beliau Iqtidho’ Ash Shiroth Al Mustaqim (Ta’liq: Dr. Nashir bin ‘Abdil Karim Al ‘Aql, terbitan Wizarotusy Syu’un Al Islamiyah). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar kita menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang Yahudi dan Nashrani tidak mau merubah uban, maka selisihlah mereka.” (HR. Bukhari no. 3462 dan Muslim no. 2103) Hadits ini menunjukkan kepada kita agar menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani secara umum dan di antara bentuk menyelisihi mereka adalah dalam masalah uban. (Iqtidho’, 1/185)

Dalam hadits lain, Rasulullah menjelaskan secara umum supaya kita tidak meniru-niru orang kafir.  Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud). Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ (hal. 1/269) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Irwa’ul Gholil no. 1269:
Telah jelas di muka bahwa hari Valentine adalah
perayaan paganisme, lalu diadopsi menjadi ritual agama Nashrani. Merayakannya berarti telah meniru-niru mereka.

Menghadiri Perayaan Orang Kafir Bukan Ciri Orang Beriman

Allah Ta’ala sendiri telah mencirikan sifat orang-orang beriman. Mereka adalah orang-orang yang tidak menghadiri ritual atau perayaan orang-orang musyrik dan ini berarti tidak boleh umat Islam merayakan perayaan agama lain semacam valentine. Semoga ayat berikut bisa menjadi renungan bagi kita semua. Allah Ta’ala berfirman, “Dan orang-orang yang tidak menyaksikan perbuatan zur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS. Al Furqon : 72).

Ibnul Jauziy dalam Zaadul Maysir mengatakan bahwa ada 8 pendapat mengenai makna kalimat “tidak menyaksikan perbuatan zur”, pendapat yang ada ini tidaklah saling bertentangan karena pendapat-pendapat tersebut hanya menyampaikan macam-macam perbuatan zur.

Di antara pendapat yang ada mengatakan bahwa “tidak menyaksikan perbuatan zur” adalah tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Inilah yang dikatakan oleh Ar Robi’ bin Anas.
Jadi, ayat di atas adalah pujian untuk orang yang tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Jika tidak menghadiri perayaan tersebut adalah suatu hal yang terpuji, maka ini berarti melakukan perayaan tersebut adalah perbuatan yang sangat tercela dan termasuk ‘aib (Lihat Iqtidho’, 1/483). Jadi, merayakan Valentine’s Day bukanlah ciri orang beriman karena jelas-jelas hari tersebut bukanlah hari raya umat Islam.

Mengagungkan Sang Pejuang Cinta Akan Berkumpul Bersamanya di Hari Kiamat Nanti

Jika orang mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan mendapatkan keutamaan berikut ini.
Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?” Orang tersebut menjawab, “Aku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,
“(Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain di Shohih Bukhari, Anas mengatakan, “Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Anta ma’a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).”
Anas pun mengatakan, “Kalau begitu aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan ‘Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka.”

Bandingkan, bagaimana jika yang dicintai dan diagungkan adalah seorang tokoh Nashrani yang dianggap sebagai pembela dan pejuang cinta di saat raja melarang menikahkan para pemuda.
Valentine-lah sebagai pahlawan dan pejuang ketika itu.

Lihatlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas: “Kalau begitu engkau bersama dengan orang yang engkau cintai”.

Jika Anda seorang muslim, manakah yang Anda pilih, dikumpulkan bersama orang-orang sholeh ataukah bersama tokoh Nashrani yang jelas-jelas kafir?  Siapa yang mau dikumpulkan di hari kiamat bersama dengan orang-orang kafir[?] Semoga menjadi bahan renungan bagi Anda, wahai para pengagum Valentine!

Ucapan Selamat Berakibat Terjerumus Dalam Kesyirikan dan Maksiat

“Valentine” sebenarnya berasal dari bahasa Latin yang berarti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. (Dari berbagai sumber)Oleh karena itu disadari atau tidak, jika kita meminta orang menjadi “To be my valentine (Jadilah valentineku)”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala.

Telah kemukakan di awal bahwa hari valentine jelas-jelas adalah perayaan nashrani, bahkan semula adalah ritual paganisme.  Oleh karena itu, mengucapkan selamat hari kasih sayang atau ucapan selamat dalam hari raya orang kafir lainnya adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma’ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah (1/441, Asy Syamilah). Beliau rahimahullah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal atau selamat hari valentine, ) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin.

Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya.  Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan.

Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah.  Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.”

Hari Kasih Sayang Menjadi Hari Semangat Berzina

Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi.

Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.

Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh.  Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang. Na’udzu billah min dzalik.
Padahal mendekati zina saja haram, apalagi melakukannya. Allah Ta’ala berfirman, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra’ : 32)

Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang.

Meniru Perbuatan Setan

Menjelang hari Valentine-lah berbagai ragam coklat, bunga, hadiah, kado dan souvenir laku keras. Berapa banyak duit yang dihambur-hamburkan ketika itu.  Padahal sebenarnya harta tersebut masih bisa dibelanjakan untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat atau malah bisa disedekahkan pada orang yang membutuhkan agar berbuah pahala.  Namun, hawa nafsu berkehendak lain.  Perbuatan setan lebih senang untuk diikuti daripada hal lainnya. Itulah pemborosan yang dilakukan ketika itu mungkin bisa bermilyar-milyar rupiah dihabiskan ketika itu oleh seluruh penduduk Indonesia, hanya demi merayakan hari Valentine.

Tidakkah mereka memperhatikan firman Allah, “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isra’ 26-27). Maksudnya adalah mereka menyerupai setan dalam hal ini. Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu pada jalan yang keliru.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim)

Itulah sebagian kerusakan yang ada di hari valentine, mulai dari paganisme, kesyirikan, ritual Nashrani, perzinaan dan pemborosan.  Sebenarnya, cinta dan kasih sayang yang diagung-agungkan di hari tersebut adalah sesuatu yang semu yang akan merusak akhlak dan norma-norma agama.

Perlu diketahui pula bahwa Valentine’s Day bukan hanya diingkari oleh pemuka Islam melainkan juga oleh agama lainnya.  Sebagaimana berita yang kami peroleh dari internet bahwa hari Valentine juga diingkari di India yang mayoritas penduduknya beragama Hindu.
Alasannya, karena hari valentine dapat merusak tatanan nilai dan norma kehidupan bermasyarakat.  Di katakan: “Hanya orang yang tertutup hatinya dan memperTuhankan hawa nafsu saja yang enggan menerima kebenaran.”

Oleh karena itu, diingatkan agar kaum muslimin tidak ikut-ikutan merayakan hari Valentine, tidak boleh mengucapkan selamat hari Valentine, juga tidak boleh membantu menyemarakkan acara ini dengan jual beli, mengirim kartu, mencetak, dan mensponsori acara tersebut karena ini termasuk tolong menolong dalam dosa dan kemaksiatan. Ingatlah, Setiap orang haruslah takut pada kemurkaan Allah Ta’ala.

(Hanin Mazaya/dj2islam/arrahmah.com)

Saksikanlah kebangkitan ini !
Kebangkitan dari barisan merapat pemuda Islam di seluruh dunia
Saksikanlah kebangkitan kami !
Kebangkitan para pecinta Syahid
Para pewaris risalah Rosululloh SAW
Allohu Akbar .. Allohu Akbar .. Allohu Akbar ..

Konotasi peraga penjajah darah dan tulang belulang para penyair Syuhada
Sketsa kata merubah fakta menjadi fitnah
Generasi pewaris perang Badar mulai angkat bicara
Senjata rima dan reaksi keras kupas tuntas
Kebiadaban dunia yang tidak mengenal batas
Satukanlah setiap harokah yang bertebaran
Debu-debu perlawanan pun mulai bersahutan dan melebur nyata
Air mata kedukaan menjadi legenda ketapel dan sorban
Menghunus perlawanan meretakan nada
Tata heterogenitas dalam satu Aqidah
Intelektual yang pantang merekap gentar
Kamilah pembakar batas aritokrasi dunia
Membakar Vatikan dalam omong kosong perdamaian
Total … Total kebencian kami terhadap Zionisme

Doa Doa Batu Batu Airmata …
Doa Doa Batu Batu Airmata …
Doa Doa Batu Batu Airmata …
Doa Doa Batu Batu Airmata …

Rekapitulasi monumental penikmat peluru
Konstruksi ukhuwah jadikan benteng yang tak goyah
Rekreasi Jihad hingga keujung senja kehidupan
Ketika emosiku beresonansi ke urat nadi
Fisabilillah sabotase setiap kontribusi Amerika Serikat sampah
Jelanta demokrasi dari pengecut regenerasi laknat yahudi
Al-Fahmu Al-Ikhlas Al-Amal Al-Jihad At-Tadhiyah
At-Taat At-Tsabat At-Tajarud Al-Ukhuwah At-Tsiqoh
Kolektifitas Robbani angkasa perlawanan Islami
Menuai benih kebeningan hati agar intisari tak tercemar
Dari para penghianat Intifadoh
Yakinkanlah dirimu hey pemuda Islam
Bergabung di antara pewaris penerus risalah

Doa Doa Batu Batu Airmata …
Doa Doa Batu Batu Airmata …
Doa Doa Batu Batu Airmata …
Doa Doa Batu Batu Airmata …

Pahamilah ilmu agar peluru dan bom waktu
Dapat mengerti arti kebijaksanaan cahaya hatimu
Iringi ikhlasnya sebuah pengamalan
Pengorbanan dan keteguhan Tauhid
Buah tata di atas totalitas perjuangan
Percaya adalah permata ukhuwah
Agar Jihad juga dapat berdiri bersama cinta
Keteladanan dari generasi para Tabi’in
Maka nyalakan lilin di antara tulang belulang
Pandangilah nisan dari stasiun kehidupan
Dan nikmatilah kematian
Hiruplah kesturi Syahid tanah negeri
Tanah dari panji bendera para Mujahid
Biarlah mata hati iringi perih stagnasi Madinah
Memori keharuman para sahabat
Dan nafas terakhir sang Nabi SAW
Ummati .. Ummati .. Ummati ..

Rapatkanlah setiap shaf perjuangan kita ..!
Rapatkan barisan hey ummat Islam ..!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.